Inspirasi Dari Kisah Elang dan Kalkun

Konon, dahulu elang dan kalkun merupakan burung yang hampir mirip. Keduanya memiliki tubuh yang ramping sehingga elang dan kalkun dapat terbang dengan gesit untuk memburu mangsa. Bahkan keduanya merupakan teman dekat. Manusia sering melihat mereka terbang bersama.

Inspirasi Dari Kisah Elang dan Kalkun

Suatu ketika, saat mereka terbang bersama mencari makan, entah mengapa mereka tidak mendapat mangsa. Sambil terus berputar-putar di udara, mereka terus menatap tajam setiap sudut daratan.

Perburuan mencari mangsa pun sia-sia, sedangkan perut mereka mengharapkan diisi. Akhirnya mereka memutuskan untuk mencari makanan di darat, setelah melihat segerombolan hewan sedang asyik makan di sebuah pertanian.

Mereka pun akhirnya mendarat dekat seekor sapi yang sedang makan jagung. Melihat kedatangan elang dan kalkun yang terlihat kelaparan, si sapi menawarkan jagung yang masih terlihat banyak. Keduanya segera melahap jagung yang diberikan si sapi.

Setelah keduanya kenyang, lantas mereka pun pergi dan berbincang-bincang.

“Enak benar nasib sapi, tidak perlu susah-susah cari makanan seperti kita. Makanan tinggal diantar oleh petani setiap saat,” kata si kalkun.

“Lagi pula kalau membuat rumah kita harus susah payah, sedangkan sapi tinggal menempati rumah yang sudah disediakan. Semua jadi mudah,” lanjut si kalkun.

Keesokkan harinya, mereka pun datang kembali ke pertanian dan masih melihat makanan sudah tersedia, tinggal menyantap. Dengan agak malu-malu, mereka kembali meminta makanan.

Si sapi berkata, “Silahkan makan sepuasnya. Majikan saya selalu menyediakan makanan berlimpah. Dia juga menanam sendiri jagung dan bahan makanan lainnya. Tapi saya nggak perlu bekerja sama sekali. Selain itu, saya juga disediakan tempat tinggal yang baik dan selalu dibersihkan setiap hari.”

Loading...

Cerita si sapi membuat iri elang dan kalkun. Mereka harus bekerja keras untuk mencari makanan dan kadang harus rebutan dengan hewan lain.

Akhirnya si kalkun mengutarakan keinginannya untuk tinggal di pertanian yang memiliki kemudahan tersebut kepada si Elang. Namun, elang memiliki  pikiran lain.

“Manusia kalau memberi sesuatu biasanya ada maunya. Aku nggak yakin kalau itu tidak ada tujuannya. Selain itu, aku masih suka terbang bebas di angkasa dan bekerja keras untuk mencari makanan dan membangun tempat tinggal.” sahut si elang.

“Aku sudah capek, elang sahabatku. Aku ingin mendapatkan makanan dan tempat tinggal tanpa harus bekerja keras.”

Akhirnya si kalkun memutuskan untuk berpisah dengan elang dan tinggal di daratan bersama sapi. Dia pun mendapatkan makanan setiap hari tanpa perlu mencari serta dapat tempat tinggal yang baik tanpa harus bekerja keras membuatnya.

Semua berjalan sangat baik menurut si kalkun. Karena mendapat makanan yang banyak setiap hari tanpa harus bekerja keras, maka tubuh si kalkun bertambah gemuk dan semakin malas untuk terbang.

Namun, pada suatu saat menjelang perayaan Thanks Giving, si petani mempersiapkan hidangan khas berupa ayam panggang yang paling besar sebagai santapan malam di hari Thanks Giving.

Mengingat, saat ini petani memiliki kalkun yang gemuk, maka si petani ingin membuat hidangan daging kalkun panggang untuk makan malam di hari Thanks Giving.

Tentu saja si kalkun kaget dan panik dan mencoba melarikan diri. Namun badannya sudah terlalu gemuk sehingga berat untuk terbang. Kalkun sudah tidak bisa terbang dan selalu gagal mencoba terbang tinggi.

Si kalkun hanya bisa mengepak-ngepakkan sayapnya sehingga petani dapat dengan mudah menangkapnya, memotong, dan memanggang si kalkun untuk hidangan hari Thanks Giving.

Banyak inspirasi yang bisa kita petik dari kisah elang dan kalkun ini.

Putus hubungan persahabatan secara tidak langsung akan memengaruhi keseluruhan pergaulan sosial.

Ketika menyerah pada tantangan hidup dengan alasan hanya mencari keamanan, mungkin kemerdekaannya akan diserahkan.

Sesal kemudian tiada berguna, apalagi sudah tidak ada kesempatan.

Ingatlah pada pepatah kuno ” Selalu ada keju gratis dalam perangkap tikus”

 

Inspirasi Dari Kisah Elang dan Kalkun

Loading...

About the Author: lenteraku

Meskipun sinarnya redup namun bisa memberi setitik cahaya di kegelapan