Ketahui Tentang Phobia (Fobia)

Apa itu phobia? Pengertian phobia (fobia) adalah ketakutan yang berlebihan dan tidak rasional terhadap situasi, kondisi, tempat atau benda tertentu. Phobia merupakan gangguan mental yang dapat di diagnosis dan istilah ini sering digunakan untuk merujuk pada ketakutan terhadap pemicu atau penyebabnya.

Meskipun orang yang mengalami phobia menyadari bahwa itu tidak rasional, namun mereka tidak dapat mengendalikan reaksi ketakutannya. Mereka akan mengalami kesusahan ketika berhadapan dengan sumber atau penyebab phobia mereka sehingga dapat bertingkah laku tidak normal dan terkadang menyebabkan panik .

Tentang Phobia (Fobia)

Menurut American Psychiatric Association (APA) ada 3 jenis phobia yaitu:

Phobia spesifik adalah rasa takut yang berlebihan dan irasional yang dipicu oleh sesuatu tertentu. Ini termasuk fobia ringan karena dapat dengan mudah diidentifikasi penyebabnya  dan tidak mempengaruhi kehidupan sehari-hari dengan secara signifikan. Misalkan takut dengan ular atau binatang tertentu.

Phobia sosial, atau kecemasan sosial adalah ketakutan yang mendalam pada seseorang di dalam situasi atau hubungan sosial. Ini termasuk fobia kompleks karena pemicu cukup sulit dikenali penyebabnya. Misalkan takut atau cemas akan terjadi penghinaan di depan umum, tidak dianggap, dikesampingkan atau dinilai buruk oleh orang lain. Namun gejala ini tidak sama dengan rasa malu.

Agoraphobia adalah rasa takut yang berlebihan pada tempat yang sekiranya akan sulit untuk menyelamatkan diri saat terjadi musibah atau kepanikan yang ekstrem.  Ini juga  termasuk fobia kompleks, misalkan berada di lift, ruang yang sempit, termasuk juga tempat terbuka umum seperti di pasar. Orang dengan agoraphobia memiliki peningkatan risiko gangguan kepanikan.

Nama jenis phobia spesifik yang paling umum adalah:

  • Claustrophobia: Takut berada di ruang yang sangat terbatas
  • Aerophobia: Takut terbang
  • Arachnophobia: Takut pada laba-laba
  • Driving phobia: Takut mengendarai mobil
  • Emetophobia: Takut akan muntah
  • Erythrophobia: Takut memerah
  • Hypochondria: Takut menjadi sakit
  • Zoophobia: Takut pada hewan
  • Aquaphobia: Takut pada air
  • Acrophobia: Takut akan ketinggian
  • Blood, injury, and injection (BII) phobia: Takut akan cedera yang melibatkan darah
  • Escalaphobia: Takut eskalator
  • Tunnel phobia: Takut akan terowongan

Daftar nama phobia lebih lengkap dapat dilihat di http://phobialist.com/

Penyebab Phobia

Pada otak manusia, ada bagian memori yang menyimpan dan mengingat peristiwa berbahaya atau berpotensi mematikan. Jika seseorang menghadapi peristiwa serupa di kemudian hari, bagian otak tersebut mengambil memori  peristiwa yang berbahaya itu, bahkan lebih dari satu kali. Ini yang menyebabkan tubuh mengalami reaksi yang sama. Selain itu, terkadang bagian otak yang menangani rasa takut dan stres terus mengambil peristiwa yang menakutkan secara tidak tepat sehingga menyebabkan phobia.

Para peneliti telah menemukan bahwa phobia sering dikaitkan dengan amigdala, yang terletak di belakang kelenjar pituitari di otak. Amygdala dapat memicu pelepasan hormon “fight-or-flight”.  Ini menempatkan tubuh dan pikiran dalam keadaan yang sangat waspada dan tegang.

Dapatkah phobia disembuhkan?

Kebanyakan phobia dapat disembuhkan dengan perawatan yang tepat. Namun cara penanganan dan pengobatan untuk penderita phobia berbeda-beda antara satu dengan yang lain karena harus disesuaikan dengan kondisi individu. Kenali Diri Sendiri Solusi Bagi Jiwa Anda.

Dokter, psikiater, atau psikolog dapat merekomendasikan penanganan dan pengobatan terhadap penderita phobia tentang terapi, obat-obatan, atau kombinasi keduanya.  Umumnya, penderita akan diberi obat Antidepresan dan obat penenang untuk membantu mengurangi gejala cemas atau gelisah.

Pengobatan desensitisasi atau terapi pemaparan akan mengurangi gejala ketakutan dan kecemasan dan membantu orang mengelola reaksi mereka terhadap objek penyebab phobia.  Misalnya, seseorang dengan aerophobia atau takut terbang di pesawat, dapat mengambil langkah-langkah:

  1. Pertama-tama penderita akan berpikir tentang terbang.
  2. Penderita diminta melihat gambar pesawat.
  3. Penderita diajak pergi ke bandara.
  4. Selanjutnya, penderita diajak duduk di kabin simulasi pesawat.
  5. Akhirnya, penderita akan naik pesawat.

Catatan: Istilah phobia adalah istilah untuk bahasa Inggris sedangkan bahasa Indonesia diserap menjadi fobia dengan pengertian sama.

 

Ketahui Tentang Fobia dan Penyebabnya

Loading...
loading...

About lenteraku

Meskipun sinarnya redup namun bisa memberi setitik cahaya di kegelapan