Memimpin dengan Kreativitas

Inspirasi Memimpin dengan Kreativitas. KITA tahu bahwa kreativitas adalah kualitas manusia yang merupakan sebuah kekayaan di dunia bisnis, baik untuk merancang produk, mengembangkan kampanye iklan yang menarik, atau memecahkan persoalan operasional. Yang kurang dimengerti adalah apakah pengalaman hidup tertentu membuat orang (khususnya pegawai) menjadi lebih kreatif.Banyak orang atau pun perusahaan berusaha menjadi kreatif untuk memberikan nilai tambah.

Memimpin dengan Kreativitas

Dalam sebuah interview yang diadakan buletin ‘The Quarterly’ dengan sutradara pemenang Piala Oscar, Brad Bird menyebutkan apa yang telah dilakukan oleh Pixar, sebuah perusahaan pembuat film, untuk meningkatkan kreativitas di perusahaan tersebut.

Brad Bird mengatakan, “Kalau Anda berkeliling di Pixar pada area animasi, Anda melihat bahwa area tersebut berantakan. Pegawai diijinkan menata ruangan mereka sesukanya. Seseorang mungkin membuat kantornya seperti sebuah kota koboi. Yang lainnya mungkin membuatnya seperti kota di Hawaii.

Pada awalnya, Steve Job kurang menyukai ide tersebut, tetapi John Lasseter mengatakan bahwa “Kita harus membiarkan ruangan animator sedikit gila”. John percaya bahwa kalau mereka dibebaskan, dengan suasana yang bebas, hal itu akan meningkatkan kreativitas mereka.

Hal lain yang dilakukan di sana adalah menempatkan area toilet, mailbox, ruangan meeting dan kantin, di tengah-tengah ruangan, sehingga hampir semua orang yang bekerja di kantor itu bertemu di area tersebut setiap harinya. Pimpinan perusahaan itu menyadari kalau karyawan sering bertemu dan saling menatap mata, maka sesuatu akan terjadi. Jadi, Anda tidak mungkin bersembunyi ke tempat lain.

Pemimpin Kreatif

Kita melihat bahwa di perusahaan di atas, pimpinan sangat mendukung proses kreativitas untuk berkembang. Mereka menyadari kalau proses kreativitas tersebut berjalan dengan baik, maka perusahaan akan diuntungkan karena banyak menghasilkan karya-karya kreatif yang disukai konsumen sehingga akhirnya pendapatan perusahaan tersebut akan meningkat dan membuat sejahtera banyak pihak termasuk pemegang saham.

Jadi, mulai saat ini jangan terlalu menaruh kecurigaan yang besar dan tanpa dasar kepada karyawan Anda. Banyak atasan suka menilai sepihak para karyawannya bahkan kerap memberi label-label negatif kepada kelompok karyawan di tempat kerja mereka.

Seorang bos di sebuah perusahaan mengatakan, “Jangan seperti karyawan di lantai B ya, mereka kerjanya hanya ngopi-ngopi saja dan makan biskuit.”

Ada juga bos yang mengatakan, “Wah, kalau Anda melakukan perjalanan dinas jangan menjadikannya seperti wisata kuliner dong, cuma pergi makan-makan saja ke tempat makanan enak.”.

Jadi, kalau Anda melihat karyawan Anda berdiri di muka jendela, memandang keluar dan merenung belum tentu berarti karyawan tersebut melamun dan bermalas-malasan. Bisa saja karyawan tersebut sedang berpikir keras untuk menyelesaikan sebuah proyek penting yang akan mengharumkan perusahaan Anda. Perlu kita sadari sikap-sikap pimpinan yang terlalu menaruh curiga dan merendahkan karyawannya akan menghambat proses kreativitas karyawan dan perusahaan itu sendiri. Pada akhirnya, Anda sendiri yang akan dirugikan karena sikap prejudis Anda.

Mari kita lihat hal-hal yang dapat menghambat proses kreatif di perusahaan Anda dan coba mengenalinya. Seringkali alasan-alasan dibawah ini diungkapkan oleh jajaran kerja di perusahaan Anda bahkan di tingkatan pengambil keputusan.

  • Pertama,”Nggak ada budjetnya”.
  • Kedua, “Bos pasti kagak setuju”.
  • Ketiga, “Pendapat yang baik. Ayo bentuk task force aja untuk melakukannya”
  • Keempat, “Pikirkan dulu deh untuk beberapa waktu”.
  • Kelima, “Ala, biaran aje deh”.
  • Keenam, “Gara-gara hal itulah pejabat sebelumnya dipecat”
  • Ketujuh, “Itu bukan kerjaan gue”.
  • Kedelapan, “Pesaing sudah melakukannya duluan” *
  • Kesembilan, “Pesaing tidak melakukan seperti itu”.
  • Kesepuluh, “Biar kompetitor duluan, baru kita”.
  • Kesebelas, “Nah, kelihatannya seperti ide yang bagus, tapi kita tetap harus lakukan sesuai dengan peraturannya”.

Nah, para pemimpin, waspadalah kalau hal-hal di atas diungkapkan secara intens di perusahaan Anda. Artinya, kemungkinan besar pintu kreativitas sudah ditutup dan perusahaan Anda akan berjalan datar tanpa ada temuan-temuan atau inisiatif-inisiatif yang akan membuat perusahaan dapat melakukan leapfrogging.

Anda mungkin mengatakan ” Habis, gimana dong, karyawan saya memang pada malas, kurang inisiatif, tidak kreatif dan sering memanfaatkan kesempatan, jadi nggak bisa dikasih hati”.

Rekan pemimpin, jawabannya seperti pernah diungkapkan oleh salah satu top pimpinan jaringan dunia Hyatt Hotel, “Kalau anak buah Anda kurang berprestasi secara kronis, sebenarnya itu menunjukkan kinerja Anda juga sebagai pemimpinnya”. Oleh sebab itu didiklah karyawan-karyawan Anda, kirim mereka mengikuti pelatihan yang cukup di dalam maupun di luar negeri sesuai kebutuhan dan kemampuan perusahaan, sediakan anggaran pelatihan yang cukup, itu adalah investasi Anda untuk masa depan perusahaan yang lebih baik. Selain itu lakukan juga perekrutan karyawan yang tepat, jangan pernah berkompromi untuk merekrut karyawan Anda hanya dengan alasan bahwa posisi itu perlu diisi. Carilah “the right man in the right place” dari sumber terbaik.

 

Memimpin dengan Kreativitas – Lentera Inspirasi