Pengertian Ambisi dan Obsesi

Istilah ambisi dan obsesi  sering kali diartikan yang sama, padahal keduanya adalah hal yang berbeda meskipun memiliki persamaan dasar psikis yaitu keinginan, kemauan seseorang. Serupa tapi tak sama. Apakah perbedaan ambisi dan obsesi?

ambisi dan obsesi

 

Pengertian ambisi adalah keinginan (hasrat, nafsu) yang kuat untuk mencapai sesuatu arah atau tujuan tertentu seperti kesuksesan, kemahsyuran atau kekuasaan. Hasrat yang besar dari seseorang yang sedang mencoba mencapai kesuksesan dalam hidupnya atau berusaha mencapai hal-hal besar/baik sesuai dengan yang diinginkannya itu merupakan ambisi.

Pengertian obsesi adalah keinginan (hasrat, nafsu) akan sesuatu disertai usaha keras bahkan terkesan memaksa untuk mencapai keinginannya itu. Obsesi merupakan sebuah keinginan yang disertai tindakan emosi yang tidak terkendali atau berlebihan serta tidak beralasan untuk mewujudkan keinginannya. Bisa jadi, seseorang yang memiliki ambisi akan tetapi bisa mengakibatkan rasa tertekan dan cemas itu disebut obsesi.

Perbedaan Ambisi dan Obsesi

Meskipun sama-sama berupa keinginan, ide, pikiran, bayangan, atau emosi dari produk pikiran, namun memiliki perbedaan yang bertentangan yaitu: ambisi lebih bersifat positif, sedangkan obsesi lebih mengarah ke sifat negatif yang tidak sehat dan sebaiknya di hindari.

Orang sering menafsirkan ambisi dengan hal negatif atau lebih sering digunakan dalam menggambarkan keserakahan seseorang yang memiliki keinginan kuat untuk mengejar ketenaran,  kekuasaan atau pencapaian usaha tertentu. Padahal, manusia sebagai makhluk hidup harus memiliki ambisi untuk mengubah kehidupan lebih baik lagi.

Jika seseorang telah memiliki keinginan atau punya rencana, kemudian memfokuskan energi dan pikiran untuk mewujudkan keinginan tersebut, berarti memiliki sebuah ambisi. Akan tetapi, jika keinginan itu sudah sangat mendominasi pikiran tanpa terkendali, tanpa alasan serta mengejar secara membabi buta dengan emosi meluap, berarti orang tersebut sudah memiliki obsesi.

Orang-orang yang memiliki ambisi, ketika mereka tidak mendapatkan tujuan dari satu keinginan, mereka akan berusaha mendapatkan tujuan itu dengan cara yang lain atau membuat tujuan lain yang lain. Berbeda dengan orang-orang yang terobsesi, jika tidak bisa sampai ke tujuan yang telah mereka tetapkan, kecenderungan untuk depresi akan lebih besar.

Dengan demikian, orang harus memiliki ambisi tanpa harus menggunakan obsesi (menjadi obsesif) agar tidak memperlihatkan sisi gelap psikopat yang ada di dalam dirinya. Boleh punya ambisi tapi jangan menjadi obsesi atau berambisi tanpa berobsesi.

 

Ambisi dan Obsesi – Arsip Lentera